Grup dan jadwal ujian dipakai untuk menyusun kegiatan ujian dari sisi panitia: mengelompokkan kegiatan, menentukan bank soal, mengatur waktu pelaksanaan, lalu memilih siapa saja yang boleh ikut.
Alur Singkat
Urutan kerja yang paling aman biasanya seperti ini:
- Buat grup ujian.
- Buat jadwal ujian untuk setiap mata pelajaran atau sesi.
- Simpan data inti jadwal lebih dulu.
- Lanjutkan ke pengaturan pelaksanaan.
- Atur waktu, aturan teknis, dan aturan peserta.
- Periksa kembali sebelum jadwal dibuka.
Grup Ujian
Grup ujian membantu panitia mengumpulkan beberapa jadwal ke dalam satu kegiatan yang sama.
Contoh penggunaan grup ujian:
- Penilaian Tengah Semester
- Penilaian Akhir Semester
- Try out utama
- Ujian susulan
- Seleksi internal
Form grup ujian memuat data berikut:
- Tahun ajaran
- Nama grup ujian
- Deskripsi
- Status aktif atau tidak aktif
Gunakan nama grup yang mudah dikenali operator. Jika satu kegiatan terdiri dari banyak mata pelajaran, semuanya bisa ditempatkan di grup yang sama agar lebih mudah dibaca pada monitoring, laporan, dan daftar jadwal.
Data Inti Jadwal Ujian
Setelah grup siap, buat jadwal ujian dari halaman Jadwal Ujian.
Data inti jadwal yang diisi terlebih dahulu:
- Grup ujian
- Mata pelajaran
- Bank soal
- Status jadwal
- Nama ujian
- Deskripsi
- Pemilik jadwal
Catatan penting:
- Satu jadwal harus terhubung ke satu bank soal.
- Pengajar hanya dapat memakai jadwal miliknya sendiri.
- Jika dibuat oleh admin, pemilik jadwal dapat dipilih dari daftar pengguna.
- Setelah jadwal baru disimpan, sistem langsung mengarahkan panitia ke halaman pengaturan pelaksanaan.
Kapan Jadwal Dianggap Siap?
Menyimpan data inti belum berarti jadwal siap dipakai peserta. Data inti hanya membuat identitas jadwal dan hubungan dasarnya lebih dulu.
Setelah itu, panitia masih perlu mengatur:
- Waktu mulai dan selesai
- Durasi ujian
- Aturan teknis pelaksanaan
- Aturan peserta yang boleh ikut
Pemisahan ini memang dibuat agar form inti tetap ringan dan lebih nyaman saat data ujian sudah banyak.
Pengaturan Pelaksanaan
Halaman pengaturan pelaksanaan dipakai setelah data inti tersimpan.
Area ini biasanya berisi empat keputusan utama:
- Periode pelaksanaan
- Durasi dan minimum waktu pengerjaan
- Opsi teknis dan keamanan
- Aturan peserta
Periode Pelaksanaan
Periode pelaksanaan menentukan kapan jadwal boleh dibuka.
Panitia mengatur:
Waktu mulaiWaktu selesai
Gunakan periode yang sesuai dengan agenda sekolah. Sisakan waktu untuk pengecekan perangkat dan persiapan operator sebelum peserta mulai masuk.
Durasi dan Minimum Waktu
Pengaturan durasi menentukan berapa lama peserta boleh mengerjakan ujian.
Field yang tersedia:
Durasi ujianMinimal waktu pengerjaan
Catatan operasional:
- Durasi bawaan jadwal baru adalah 90 menit.
- Minimum waktu bawaan adalah 0 menit.
- Minimum waktu tidak boleh lebih besar dari durasi.
- Minimum waktu berguna jika peserta tidak boleh langsung submit terlalu cepat.
Opsi Pelaksanaan dan Keamanan
Di halaman pengaturan, panitia dapat menyalakan kombinasi opsi berikut sesuai kebutuhan:
- Acak urutan soal
- Acak pilihan jawaban
- Bagikan hasil ke peserta
- Wajib memakai token ujian
- Memerlukan persetujuan masuk
- Aktifkan deteksi kecurangan
- Wajib fullscreen
- Periksa perangkat klien
- Daftar IP yang diizinkan
Tidak semua ujian harus memakai semua opsi. Pilih seperlunya sesuai konteks pelaksanaan.
Rekomendasi Praktis
| Konteks | Opsi yang Umum Dipakai |
|---|---|
| Ujian kelas terawasi | Persetujuan masuk, token, fullscreen |
| Ujian di lab sekolah | Batas IP, persetujuan masuk, fullscreen |
| Try out fleksibel | Minimum waktu, bagikan hasil, acak soal |
| Ujian yang butuh kanal resmi | Periksa perangkat klien |
Aturan Peserta
Aturan peserta menentukan siapa saja yang bisa melihat dan mengerjakan jadwal.
Sistem mendukung kombinasi:
- Kelompok
- Peserta individual
- Tag
- Kelompok yang dikecualikan
- Peserta yang dikecualikan
- Tag yang dikecualikan
Artinya, panitia bisa membuat aturan seperti:
- semua peserta di kelompok tertentu
- ditambah beberapa peserta individual
- ditambah peserta dengan tag tertentu
- lalu mengecualikan peserta atau tag tertentu bila diperlukan
Jika Aturan Peserta Dibiarkan Kosong
Jika jadwal tidak memiliki aturan peserta sama sekali, sistem memperlakukan jadwal sebagai terbuka untuk semua peserta aktif.
Karena itu:
- gunakan aturan kosong hanya jika memang semua peserta aktif boleh ikut
- periksa kembali aturan sebelum ujian dibuka
- untuk ujian per kelas atau per sesi, sebaiknya tetap pakai filter kelompok atau tag
Include dan Exclude
Gunakan aturan include untuk peserta yang boleh ikut. Gunakan exclude untuk mengeluarkan peserta tertentu dari hasil include.
Contoh:
- Include
Kelompok XII IPA 1 - Include tag
Susulan - Exclude peserta yang sedang nonaktif ikut sesi
Pendekatan ini membantu saat panitia tidak ingin menyusun daftar peserta satu per satu dari awal.
Pengelolaan Peserta di Halaman Pengaturan
Halaman aturan peserta sudah disiapkan untuk data yang banyak, sehingga panitia dapat:
- mencari kelompok, peserta, atau tag
- memilih data per halaman
- melihat daftar yang sudah dipilih
- menghapus pilihan tertentu tanpa mulai dari awal
Kalau peserta yang dicari tidak muncul, biasanya penyebabnya salah satu dari berikut:
- akun peserta tidak aktif
- peserta belum masuk kelompok yang benar
- tag belum dipasang
- peserta masuk ke aturan exclude
Pemilik Jadwal
Pemilik jadwal dipakai untuk menentukan siapa pengajar atau penanggung jawab ujian tersebut.
Manfaatnya:
- memudahkan filter di daftar jadwal
- membatasi akses pengajar ke jadwal miliknya
- membantu monitoring dan laporan per penanggung jawab
Untuk institusi yang membagi pekerjaan ke beberapa pengajar, pastikan pemilik jadwal sudah tepat sebelum ujian berjalan.
Status Jadwal
Jadwal juga memiliki status aktif atau tidak aktif.
Gunakan status:
Aktifjika jadwal siap dipakai atau sedang disiapkan untuk pelaksanaanTidak Aktifjika jadwal belum dipakai, ditunda, atau hanya disimpan sebagai rancangan
Status ini tidak menggantikan pengecekan waktu. Jadwal aktif tetap perlu periode pelaksanaan yang benar.
Checklist Sebelum Jadwal Dibuka
Sebelum peserta mulai mengerjakan, periksa hal berikut:
- Grup ujian sudah benar.
- Mata pelajaran sudah sesuai.
- Bank soal yang dipilih sudah final.
- Pemilik jadwal sudah tepat.
- Waktu mulai dan selesai sudah benar.
- Durasi dan minimum waktu sudah sesuai kebijakan.
- Opsi teknis seperti token, persetujuan masuk, fullscreen, atau IP sudah disesuaikan.
- Aturan peserta sudah sesuai kelompok atau sesi yang dituju.
- Jadwal tidak bentrok dengan kegiatan lain.
Checklist Saat Terjadi Masalah Peserta
Jika peserta tidak melihat ujian atau tidak bisa mulai, periksa urutan berikut:
- Pastikan jadwal masih berada dalam periode aktif.
- Periksa status jadwal.
- Pastikan peserta termasuk dalam aturan include.
- Pastikan peserta tidak terkena aturan exclude.
- Jika memakai persetujuan masuk, cek monitoring apakah peserta masih menunggu approval.
- Jika memakai token, pastikan token dibagikan dengan benar.
- Jika memakai batas IP atau pemeriksaan client, cek apakah perangkat dan jaringan peserta sesuai.
Ringkasan
Grup ujian dipakai untuk mengelompokkan kegiatan. Jadwal ujian dipakai untuk satu pelaksanaan yang konkret. Setelah data inti jadwal disimpan, panitia melanjutkan ke pengaturan pelaksanaan untuk mengatur waktu, durasi, keamanan, dan peserta.
Jika alur ini dijaga rapi sejak awal, monitoring, laporan, dan dokumen setelah ujian akan jauh lebih mudah dikelola.